Pernahkah kalian membayangkan sebuah keluarga muda ingin membangun rumah impian mereka dengan cara membayar pemborong dan tinggal ‘terima beres’? Ngga taunya, di tengah pembangunan, biaya tambahan muncul berulang kali sampai biayanya membengkak di luar ekspektasi si Keluarga Muda. Biaya rumah yang awalnya 750 juta, ternyata membengkak hingga 1 Miliar. Fenomena ini terjadi karena keluarga hanya terima beres tanpa tahu terkait perencanaan anggaran dalam membangun rumah mereka. Berarti, apakah penting bagi keluarga muda untuk mengetahui RAB rumah yang mereka bangun?
Rencana Anggaran Biaya Konstruksi (RAB Konstruksi) adalah perkiraan biaya kebutuhan bangunan meliputi material, upah tenaga kerja, maupun biaya lain sebelum dan akan dikerjakannya proyek konstruksi. Anggaplah RAB ini sebagai peta anggaran calon rumah idaman Anda, fungsinya sebagai alat kontrol pengeluaran, pembanding penawaran, dan dasar kontrak dengan pihak lain.
Resiko jika tidak paham RAB
Tanpa RAB, penawaran lumpsum (harga total tanpa rincian) tidak dapat kita periksa. Pekerjaan dan pengeluaran bertambah tanpa dasar perhitungan, material diganti diam-diam, hingga anggaran membengkak dan parahnya proyek bisa mangkrak karena dana tidak mencukupi pengeluaran tambahan yang terjadi terus menerus. Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari kerugian akibat ketidaktahuan kita terhadap RAB?
1. Identifikasi tanda penawaran tidak wajar
Waspadai pemborong yang menolak memberi RAB rinci atau gambar kerja, harga jauh di bawah pasar tanpa penjelasan, uang muka (DP) terlalu besar, atau tanpa kontrak tertulis. Satu dari sekian pertanda tersebut memang belum tentu penipuan/kerugian, namun tetap layak ditanyakan dan waspada.
2. Cara cek RAB Pemborong tanpa jadi Ahli
Minta RAB rinci dan spesifikasi tertulis, bandingkan dengan 2 atau 3 penawaran lain, sekaligus periksa pekerjaan terbesar dari pemborong. Tanyakan selisih harga yang mencolok dan pastikan dana tidak terduga 10-15%.
3. Perhatikan Kontrak dan Pembayaran
Bayar sesuai progres yang bisa diperiksa, bayar dengan termin (pembayaran bertahap), bukan dibayar semua di awal. Catat juga aturan pekerjaan tambahan dalam kontrak/kesepakatan
4. Belajar RAB konstruksi agar bisa bermanfaat untuk kebutuhan di masa depan
Hal yang paling penting dari kesemua tips tersebut dalam memahami RAB itu sendiri. Memahami RAB membuat Anda dan keluarga bisa menilai penawaran dengan percaya diri dan menghindari kerugian belasan hingga puluhan juta rupiah. Belajarlah langsung bersama praktisi maupun akademisi terpercaya agar setiap rupiah anggaran keluarga terjaga. Jangan menunggu rugi atau anggaran bengkak baru mulai belajar.
Zamil Consulting sebagai lembaga pelatihan konstruksi dan teknik menjadi alternatif bagi Anda untuk belajar RAB konstruksi dari 0. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia pelatihan konstruksi, Anda tidak hanya mendapatkan pengetahuan tapi mindset yang terukur terkait RAB yang berguna untuk dibagikan kepada siapapun yang Anda sayangi.


